Propaganda “Ahli Bahasa Karbitan” Melalui Aplikasi Telepon Selulerdan Media Sosial
November 24, 2018  //  DOI: 10.33810/274171
Anindya Putri Pradiptha, Maya Kurnia Dewi

Metrics

  • Eye Icon 101 views
  • Download Icon 44 downloads
Metrics Icon 101 views  //  44 downloads
Abstract

Pola membaca yang kurang teliti di era Revolusi Industri 4.0 ini menjadi sasaran empuk bagi para "Ahli Bahasa Karbitan" untuk memperoleh keuntungan demi kepentingan tersendiri. Penelitian ini menganalisis penyebaran hoaks dalam bentuk berita palsu dan rumor melalui aplikasi dan media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan Twitter dengan mengamati beberapa kasus yang terjadi pada masyarakat di Indonesia. Penelitian ini membahas tentang faktor yang memengaruhi penyebaran berita palsu dan melihat sisi Sosiologi penyebaran berita palsu sebelum dan setelah diklarifikasi melalui media yang sama. Pembahasan dalam penelitian ini memperkaya analisis sosiologi berita palsu dan rumor di media sosial terutama WhatsApp, Instagram, dan Twitter yang dapat digunakan untuk mengamati perilaku manusia di masa depan. Para ahli linguistik dari Balai Bahasa dan juga Kominfo sendiri mengalami kesulitan dalam mengatasi penyebaran hoaks, hal inilah yg menjadi dasar permasalahan dari penelitian ini. Hasil yang di dapat bahwa tidak hanya keuntungan secara ekonomi yang diperoleh tetapi adanya propaganda terselubung melalui penyebaran hoaks tersebut.

Full text
Show more arrow
 

Metrics

  • Eye Icon 101 views
  • Download Icon 44 downloads
Metrics Icon 101 views  //  44 downloads