Makna Filosofi MASANGIN sebagai Tradisi Ritual Budaya di Alun- Alun Selatan Yogyakarta
November 24, 2018  //  DOI: 10.33810/273074
Sabda Elisa Priyanto, Novi Irawati

Metrics

  • Eye Icon 140 views
  • Download Icon 82 downloads
Metrics Icon 140 views  //  82 downloads
Abstract

Yogyakartasebagai daerah yang kaya akanatraksi wisata budaya yang ada dan mampu menarik wisatawan untuk datang. Salah satu tradisi yang memiliki pesona dan memikat rasa penasaran bagi para wisatawan adalah Masangin yang ada di alun-alun selatan Yogyakarta. Bentuk aktivitasnya adalah orang yang akan melakukannya ditutup matanya dengan kain berwarna hitam, lalu berjalan ke arah celah di antara kedua pohon beringin. Namun pergeseran budaya saat ini siapa pun boleh melakukannya, karena saat ini sudah menjadi atraksi wisata yang unik. Namun demikian, masih ada keyakinan bagi sebagian orang bahwa masangin merupakan aktivitas ritual. Penelitian ini mencoba untuk menjawab pertanyaan tantang bagaimana strategi menjadikan ritual masangin sebagai atraksi wisata yang berbasis nilai filosofis kepada wisatawan. Penelitian ini mengupas dari sisi filosofi dari atraksi Masangin tersebut, dan teori yang digunakan dalam menganalisis yaitu dengan Teori Geertz. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis SWOT. Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan bentuk strategi pemaketan wisata yang tepat dan bernilai filosofis sehingga wisatawan akan dapat lebih memaknai atraksi ini dengan memberikan dampak perubahan positif terhadap nilai makna yang didapat serta dapat diterapkan dikehidupan sehari-hari.

Full text
Show more arrow
 

Metrics

  • Eye Icon 140 views
  • Download Icon 82 downloads
Metrics Icon 140 views  //  82 downloads