Strategi Penerjemahan Film (Subtitling) Eat Pray Love

Dwi Pratiwi S. Husba

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 10 pages)

Abstrak

Artikel ini membahas strategi penerjemahan film (subtitling) dari Film Eat Pray Love. Film Eat Pray Love merupakan cerita yang diangkat ke layar lebar berdasarkan novel yang ditulis oleh Elizabeth Gilbert. Hal yang menarik adalah pengirim pesan (penulis) dan penerima pesan (pembaca/penonton) berasal dari latar belakang budaya—juga bahasa—yang berbeda. Jadi, ceritanya menggambarkan bagaimana komunikasi antarseorang penulis novel berkebangsaan Amerika dengan penikmat karyanya (pembaca dan penonton) yang berkebangsaan Indonesia. Tujuan dari penelitianini adalah mengidentifikasi kata-kata frasa, klausa, dan kalimat dari film ini dan menganalisis strategi yang digunakan penerjemah yang terdapat pada teks film tersebut. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian adalah teks Film Eat Pray Love sebagai teks sumber. Strategi yang digunakan dalam penerjemahan film ini adalah strategi penerjemahan penambahan (addition), pengurangan (subtraction), transposisi (transposition), pungutan (borrowing), padanan budaya (cultural equivalent), dan padanan deskriptif (descriptive equivalent).

Metrik

  • 49 kali dilihat
  • 34 kali diunduh

Konferensi

Seminar Nasional tentang Penerjemahan, Linguistik Terapan, Susastra, dan Ilmu Budaya 2018

  • Konferensi di Semarang, Indonesia pada tahun 2018
  • 37 artikel

Seminar Nasional tentang Penerjemahan, Linguistik Terapan, Susastra, dan Ilmu Budaya (STRUKTURAL)... tampilkan semua